Kamis, 25 Desember 2008

..Nada..

Saya mendengar dua orang bertengkar di depan saya..
Pembicaraan nada tinggi di mulai dari si cowo.krn merasa benar dan tidak mau kalah, si cewe pun membalas dgn nada yg lbh tinggi.
Akhirnya..pertengkaran di mulai.

Ketika mereka bertengkar, rasanya saya ingin teriak di depan wajah mereka dan mengatakan "DIAM"!!!!!!!!!
Tp akhirnya saya meninggalkan tmpat itu..

Itu berarti... saya mendapat kesimpulan baru bahwa NADA SANGAT BERPERAN KETIKA MEMULAI DAN DALAM PERTENGKARAN.

Ketika saya bertengkar dengan pacar saya...saya membiasakan diri saya untuk tidak berbicara terlalu banyak. Karena saya tidak ingin memulai pertengkaran itu. Dan saya mengontrol diri saya untuk tidak berbicara dengan nada tinggin, karena itu akan membuat pertengkaran saya semakin panas. Biasanya saya hanya diam.

Rasanya siapa yang bertengkar dengan nada tinggi, akan merasa lebih puas karena sudah berteriak.
Tp itu justru sudah memulai pertengkaran.

Kontrol emosi sbelum berbicara...
Atau biasakan tarik nafas jika ingin marah...
Paling tidak itu membantu untuk mengontrol emosi.
Jangan mengeluarkan semua unek-unek hanya demi kepuasaan pribadi. Pacaran melibatkan dua individu bukan 1 individu. maka dari itu...hargai perasaan pasangan kita.

Atau juga...bisa dengan menahan nafas 5 detik untuk menahan emosi. Jika merasa masih tidak bisa...ulangi..

Mengeluarkan nada tinggi, bukan berarti anda menang dalam pertengkaran..

Rabu, 17 Desember 2008

Untuk sementara waktu...
Nia ga ngepost blog dl ya..

Mau jalan-jalan ke bali nh..hehehe..

Di tunggu ya cerita-cerita dari Bali..

Selasa, 16 Desember 2008

Banyak dari teman saya cerita mengapa mereka
putus dengan pacarnya. Dan kebanyakan dari
mereka menyebutkan "karena kita udah ga cocok
lagi".

Kalau saya melihat dari alasan yang mereka beri
tahukan kepada saya... mereka beranggapan kalau
sifat-sifat mereka berbeda dan mereka gagal
mengatasi perbedaan itu.

Tuhan menciptakan setiap individu berbeda-beda.
Manusia yang kembarpun, pasti ada perbedaannya.
Dan kalau menurut saya, Tuhan menciptakan
perbedaan itu pasti ada tujuannya.

Kalau menurut analisis saya, tujuan Tuhan
adalah menginginkan setiap manusia untuk saling
menghargai dan saling melengkapi. Pasangan yang
putus dengan alasan diatas, berarti tidak bisa
saling menghargai dan tidak bisa saling
melengkapi.

Makanya, ketika kita pacaran dengan seseorang yang kita cintai...cobalah menghargai dan belajarlah mengerti sifat dan sikap dia. Jangan hanya kita yang terus-terusan meminta untuk dihargai atau diperhatikan.
Belajarlah untuk saling melengkapi..
Tuhan menciptakan manusia berpasangan untuk saling melengkapi pasangan kita..

Minggu, 14 Desember 2008

..Bangun dan ingat 3 hal yang paling kamu sukai dari dia..

Setiap kali saya dibangunkan hendak berangkat sekolah, saya tidak langsung mengangkat badan saya yang mungkin roh diri saya belum menyatu dengan badan saya. Biasanya saya masih tiduran dan mencoba untuk membuka mata. Saya tahu proses membuka mata saya dari tidur semalam itu sangat susah. Perasaan ingin tidur lagi dan tidak ingin berangkat untuk sekolah pun pasti saya rasakan. Tapi belakangan ini, saya punya cara untuk menyemangati hari saya dan bergegas bangun.
Ketika saya berusaha untuk membuat mata saya terbuka, saya selalu mengingat bagaimana pacar saya tersenyum bahagia, saya selalu mengingat bagaimana khawatirnya dia ketika saya sakit atau sedih, saya selalu mengingat bagaimana dia menjaga saya ketika ia pergi dengan saya.
Paling tidak, 3 hal itu membantu saya untuk bersemangat dalam menjalani hari saya yang harus dipenuhi dengan belajar (karena saya kelas 3).

Ya itulah cara yang bisa sangat ampuh bagi saya untuk menambah semangat saya dan membuat saya selalu mempunyai cinta untuk dia. Kalaupun saya bertengkar dengan dia, mungkin ada perasaan jengkel dan kesal kepada dia. Tapi ketika saya membuka mata saya, perasaan jengkel pun sudah tidak ada lagi. Tapi yang ada hanya perasaan kangen dan perasaan ingin diperhatikan. Akhirnya berantem pun tidak dilanjutkan karena sudah saya anggap hal kemarin dan mari mulai hari yang baru dengan senyuman.

Kalau bisa tersenyum kenapa harus bersedih???

..Rumput di halaman tetangga sangat hijau..

Waktu dulu..saya suka merasa makanan dari tetangga saya jauh lebih enak dibanding buatan mama saya. Lalu, akhirnya mama saya hanya mengatakan "rumput tetangga emang jauh lebih enak ya?"

Tapi kini saya sadar..bahwa makanan yang mama saya buat itu adalah enak.
Dan alhasil..segala makanan dari tetangga saya, jarang banget saya makan. Kecuali gulai kambing tetangga depan rumah saya.hahaha..itu sangat enak.

Untuk makanan lainnya, pasti jarang banget saya makan. Sampai-sampai saya suka bilang "hmm..opornya ga seenak buatan mama".
tapi itu memang dari hati saya.

Ketika mama saya mengucapkan pepatah bahwa rumput tetangga biasanya jauh lebih enak, saya menjadi tahu apa maksudnya.

Hmmm..begitu juga ktika dalam menjalin suatu hubungan (pacaran).
Kadang-kadang kita suka tidak merasa puas apa yang kita miliki. Sampai-sampai ada yang mengatakan "mumpung masih muda, cari dulu yang terbaik".

Kalau ada orang yang mengatakan demikian, orang tersebut bukan berarti salah. Itu tergantung.

Saya mengatakan SALAH..
Karena saya akan bertanya "mau sampe kapan kamu terus mencari?"

saya mengatakan BENAR..
Karena saya akan bertanya "emang apa yang telah diperbuat pasangan kamu?"

Makanya pertanyaan itu adalah pertanyaan yang relatif benar dan salahnya.
Jika memang yang bersangkutan pernah disakiti dan dipermainkan oleh pasangannya, maka wajarlah pertanyaan itu keluar dari mulutnya.
Namun, jika yang bersangkutan menjalankan pacaran dengan normal dan semua baik-baik saja, maka orang tersebut adalah orang yang merasa tidak puas akan apa yang dapat.

Sebelum kita semakin menyalahkan orang yang mengatakan bahwa rumput tetangga itu selalu lebih hijau..kita harus kembali mengingat bahwa manusia adalah mahluk yang tidak akan pernah puas.
Jadi, ada yang dapat kita maklumi.
Tapi tentu saja semuanya ada batasnya.

Jadi, ketika kita merasa tidak puas akan suatu hal, maka kita akan merasa tidak puas terus menerus.

Mungkin seringkali kita memprotes bahwa pacar kita itu selalu terlambat menjemput atau pacar kita selalu bersikap kekanak-kanakan atau pacar kita selalu membuat kita merasa repot dan atau2 lainnya..

Dan hanya karena masalah "sepele" akhirnya kita harus mengakhiri hubungan itu.
Bagi saya..hal tersebut sangat tidak mensyukuri apa yang sudah di dapat.

Ketika kita memang serius menjalani hubungan itu, maka sebaiknya kita harus beradaptasi dengan pasangan kita.
Kita yang harus beradaptasi. Jangan memperintahkan pasangan kita untuk beradaptasi.
Tapi mulailah dari diri sendiri.

Hal ini pun terjadi pada hubungan saya. (bukan kasus tidak puas. Tapi karena masalah adaptasi).
Saya orang yang sangat egois. Tapi ketika saya pacaran dengan pacar saya, saya harus beradaptasi karena sifat dia yang juga egois. Saya berusaha terus-terusan beradaptasi dan akhirnya sekarang, saya sangat bisa merasakan perubahan dalam diri pacar saya.
Terutama dalam hal emosi dan keegoisan.
Dua hal diatas sudah tidak ada dalam hubungan kita. Kalaupun ada, kita harus sama-sama melawan.


Kesimpulannya :
1. Rumput tetangga belum tentu hijau
2. Belajar bersyukur apapun yang didapat.
3. Kita harus belajar beradaptasi

Saran saya :
~ Syukurilah apa yang kamu dapat. Bagaimana sifat, sikap dan bentuk pasangan kamu itu..kamu harus menghargainya dan mensyukurinya. Karena pasangan kamu adalah hadiah dari Tuhan.

~ Rumput tetangga yang kata orang-orang lebih hijau. Nyatanya belum tentu hijau. Cobalah berpikir positive dalam menjalani hubungan.

~ Belajarlah beradaptasi sehingga kamu dapat mendapatkan kebahagiaan dalam menjalani hubungan. (baca topik saya sebelumnya)

..Kartu skor..

suatu hari, saya melihat kebiasaan salah satu teman saya (perempuan) sedang membuat daftar apa saja yang sudah ia kerjakan dan apa saja yang belum dilakukan oleh pacarnya.
Saya sempat baca list yang telah ia buat. Dilist daftar yang menyatakan apa yang sudah ia perbuat adalah kurang lebih hanya 8-10.
Tapi begitu saya membuka list apa yang belum dikerjakan pacarnya ada lebih dari 10.

Wah,,hal ini sangat mengejutkan bagi saya.
Saya terkejut bukan karena banyaknya hal yang belum dikerjakan pacarnya, tapi karena kenapa bisa sedetail ini teman saya menilainya.

Hal diatas adalah yang menurut saya hanya buang-buang waktu dan hanya menambah masalah bagi hubungan anda.

Mengapa saya bilang demikian??
karena saya merasa apa yang teman saya tulis akan ia coba ingat-ingat terus dan seolah-olah teman saya berusaha untuk membacakan apa yang harus dikerjakan pacarnya dan apa yang tidak perlu dikerjakan.

Perlu diingat!!..
Bahwa pria paling tidak suka dianggap remeh.
Bagi pria..hal tersebut sudah menginjak-injak harga diri dia.
APalagi kita sampe harus "membacakan" apa yang harus dikerjakan dan apa yang tidak harus dikerjakan oleh kaum pria.

Menyimpan dan membacakan isi dari kartu skor yang telah anda buat, itu akan mebuat anda lebih merasa frustasi. karena anda harus terus-terusan mengingat apa yang anda inginkan.

Sebaiknya...anda bicarakan baik-baik apa yang mengganjal di dalam hati.
Bicarakan dengan nada yang teratur dan jangan mentinggi-rendahkan nada.

Dan buat kaum pria...dengarkan lah apa yang dikatakan bagi kaum wanita.
Perlu diingat juga!!..
Ketika kaum wanita berbicara, mereka tidak meminta penyelsaian. Mereka berbicara karena mereka merasa butuh seseorang untuk menjadi tempat berbicara. (akan dibahas di topik slanjutnya).

Jadi kesimpulannya..
Buang jauh-jauh kartu skor anda.
Dan INGATLAH APA YANG SUDAH DILAKUKAN PASANGAN ANDA...
bukan yang belum dilakukan..
itu akan membuat anda merasa lebih tenang..
dan tentunya akan membuat anda terbiasa untuk berpikir positif..

..Semua berpendapat..

Dimulai dari tentang keseriusan seseorang dalam menjalankan hubungan (pacaran)..
Ketika salah satu pihak pertama ingin serius dengan pihak kedua...belum tentu pihak kedua siap dengan keseriusan pihak pertama..
Atau juga..belum tentu pihak ketiga (ini bisa siapa saja..keluarga,sahabat,dll) siap dengan keseriusan itu.
Ia sich kalo dipikir-pikir yang menjalankan kan hanya 2 pihak tapi perlu diingat juga setiap pihak punya khidupan yang lain..Atau bahasa gampangnya..pihak pertama dan pihak kedua pasti punya keluarga..karena mereka ga lahir dari batu atau kelapa.
Terkadang kita juga harus menghargai keputusan mereka dengan cara-cara yang baik dan sopan.
Bukan menentang keputusan mereka yang mungkin kita menganggap hanya omongan yang ga perlu dipedulikan..

Pihak ketiga (0rtu) sudah tau bagaimana kita dari kecil dan mereka pun pasti punya naluri yang ada secara otomatis ketika kita lahir di dunia.

Dulu...
Saya punya seorang teman yang hubungannya ditentang sama keluarganya..
Bukan hanya satu orang dari teman saya yang mengalaminya..
Tapi ada beberapa..

Kasus I : pertentangan terjadi karena beda agama
Banyak orang yang mengalami permasalahan diatas mengeluh "kenapa harus ada agama yang membuat kita berpisah?".
Ini juga yang dikeluhkan oleh teman saya..
Dan saya hanya bisa mensupport dia dalam bentuk perhatian-perhatian kecil saya.
Saat dia harus mengalami betapa sakit hatinya ketika dia sudah serius dalam hubungannya,,lalu ada pihak ketiga (ortu) yang harus menentang hubungan itu.
Apalagi dari pihak laki-laki sudah sangat serius dalam menjalankan hubungan itu.
Ketika..pihak ketiga (ortu) melihat adanya keseriusan itu,,maka pihak ketiga segera meng-"cut" hubungan mereka.
Sakit pasti rasanya..ketika kehilangan seseorang yang kita inginkan untuk menjadi pendamping hidup kita.
Tapi kita sebagai anak dari pihak ketiga bisa apa setelah pihak ketiga mengancam pihak laki-laki untuk menjauhi anak perempuannya??
Teman saya (yang perempuan) hanya bisa mempasrahkan diri dan merelakan pihak laki-laki karena teman saya tidak ingin melihat orang yang ia cintai harus terluka karena kekerasa pihak orang ke tiga. Dan saat ini pun...pasti luka itu membekas dalam diri teman saya..

Yaa memang agama itu adalah kembali pada dirinya masing-masing.
Tapi untuk saya..perbedaan agama dalam hubungan tidak boleh terjadi dalam hubungan saya.
(ini hanya opini saya)..

Kasus II : Naluri ibu melebihi segalanya
Ya..ini pasti sudah banyak orang yang tahu kalau naluri ibu adalah naluri yang selalu the best lah..
Teman saya (perempuan) mengalami hal ini dan ia sempat menganggap ibunya sok tahu mengenai pacarnya. Saya disini tidak perlu membeberkan bagaimana kelakuan laki-lakinya itu. Tapi yang hanya bisa saya katakan, laki-lakinya adalah laki-laki yang sama sekali tidak bisa dibanggakan.
Ketika si ibu melarang anaknya dengan cara mengancam pihak laki-laki, si laki-laki tidak merasa takut ataupun gentar. Ia semakin mantap untuk mendapatkan perempuannya seutuhnya.
Ayah dari perempuan ini pun juga melarang. Melarang dengan sangat keras hubungan itu.

Saya sebagai teman pun sudah memberi tahu apa yang harus ia lakukan..
tapi,,rupanya teman saya ini terlena dengan yang namanya cinta.
cinta yang beda dari yang sebelumnya, yang mungkin baru ia temui saat hubungannya kali ini..
Laki-laki pun bertingkah seolah ia sangat serius dengan hubungan ini dan perlahan mencoba bersikap possessive terhadap perempuan..sampai-sampai saya harus tidak berteman lagi dengan teman saya ini..

Hingga suatu hari, saya diberi tahu oleh dia kalau dia sudah putus dari pacarnya itu.
Dia minta maaf dan mengatakan kalau anggapan saya tentang laki-laki itu benar.
Dan saya pun bisa menarik kesimpulan kalau,naluri ibunya memang bagus.


Sebenarnya...masih ada kasus-kasus lain yang berhubungan dengan hal-hal di atas.
Namun saya mengangkat dua hal yang setidaknya fenomenal bagi saya.
Disaat satu pihak serius, belum tentu pihak lain siap dengan keseriusan itu..

Saran saya :
- coba dengarkan masukkan dari pihak ketiga,pihak keempat dan pihak-pihak lainnya. Pacaran atau menjalankan hubungan bukan berati tutup telinga,tutup mata dan merasa dunia milik berdua. Terkadang masukkan-masukkan itu bisa menjadi pengingat bagi kita ketika kita sudah lewat batas.

- sering-seringlah share terhadap pihak ketiga dan pihak lainnya. Dengan begitu mereka tahu bagaimana sikap,kelakuan dan pekerjaan dari pasangan.

-cobalah bertukar pikiran dengan pihak ketiga...supaya kita mengetahui apa yang diinginkan dari pihak ketiga dan pihak-pihak lainnya.

-cobalah menerima keputusan yang diberikan oleh pihak ketiga, jika memang keputusan itu tidak bisa diganggu gugat. Dan menjalani hidup selayaknya orang normal.