Minggu, 14 Desember 2008

..Rumput di halaman tetangga sangat hijau..

Waktu dulu..saya suka merasa makanan dari tetangga saya jauh lebih enak dibanding buatan mama saya. Lalu, akhirnya mama saya hanya mengatakan "rumput tetangga emang jauh lebih enak ya?"

Tapi kini saya sadar..bahwa makanan yang mama saya buat itu adalah enak.
Dan alhasil..segala makanan dari tetangga saya, jarang banget saya makan. Kecuali gulai kambing tetangga depan rumah saya.hahaha..itu sangat enak.

Untuk makanan lainnya, pasti jarang banget saya makan. Sampai-sampai saya suka bilang "hmm..opornya ga seenak buatan mama".
tapi itu memang dari hati saya.

Ketika mama saya mengucapkan pepatah bahwa rumput tetangga biasanya jauh lebih enak, saya menjadi tahu apa maksudnya.

Hmmm..begitu juga ktika dalam menjalin suatu hubungan (pacaran).
Kadang-kadang kita suka tidak merasa puas apa yang kita miliki. Sampai-sampai ada yang mengatakan "mumpung masih muda, cari dulu yang terbaik".

Kalau ada orang yang mengatakan demikian, orang tersebut bukan berarti salah. Itu tergantung.

Saya mengatakan SALAH..
Karena saya akan bertanya "mau sampe kapan kamu terus mencari?"

saya mengatakan BENAR..
Karena saya akan bertanya "emang apa yang telah diperbuat pasangan kamu?"

Makanya pertanyaan itu adalah pertanyaan yang relatif benar dan salahnya.
Jika memang yang bersangkutan pernah disakiti dan dipermainkan oleh pasangannya, maka wajarlah pertanyaan itu keluar dari mulutnya.
Namun, jika yang bersangkutan menjalankan pacaran dengan normal dan semua baik-baik saja, maka orang tersebut adalah orang yang merasa tidak puas akan apa yang dapat.

Sebelum kita semakin menyalahkan orang yang mengatakan bahwa rumput tetangga itu selalu lebih hijau..kita harus kembali mengingat bahwa manusia adalah mahluk yang tidak akan pernah puas.
Jadi, ada yang dapat kita maklumi.
Tapi tentu saja semuanya ada batasnya.

Jadi, ketika kita merasa tidak puas akan suatu hal, maka kita akan merasa tidak puas terus menerus.

Mungkin seringkali kita memprotes bahwa pacar kita itu selalu terlambat menjemput atau pacar kita selalu bersikap kekanak-kanakan atau pacar kita selalu membuat kita merasa repot dan atau2 lainnya..

Dan hanya karena masalah "sepele" akhirnya kita harus mengakhiri hubungan itu.
Bagi saya..hal tersebut sangat tidak mensyukuri apa yang sudah di dapat.

Ketika kita memang serius menjalani hubungan itu, maka sebaiknya kita harus beradaptasi dengan pasangan kita.
Kita yang harus beradaptasi. Jangan memperintahkan pasangan kita untuk beradaptasi.
Tapi mulailah dari diri sendiri.

Hal ini pun terjadi pada hubungan saya. (bukan kasus tidak puas. Tapi karena masalah adaptasi).
Saya orang yang sangat egois. Tapi ketika saya pacaran dengan pacar saya, saya harus beradaptasi karena sifat dia yang juga egois. Saya berusaha terus-terusan beradaptasi dan akhirnya sekarang, saya sangat bisa merasakan perubahan dalam diri pacar saya.
Terutama dalam hal emosi dan keegoisan.
Dua hal diatas sudah tidak ada dalam hubungan kita. Kalaupun ada, kita harus sama-sama melawan.


Kesimpulannya :
1. Rumput tetangga belum tentu hijau
2. Belajar bersyukur apapun yang didapat.
3. Kita harus belajar beradaptasi

Saran saya :
~ Syukurilah apa yang kamu dapat. Bagaimana sifat, sikap dan bentuk pasangan kamu itu..kamu harus menghargainya dan mensyukurinya. Karena pasangan kamu adalah hadiah dari Tuhan.

~ Rumput tetangga yang kata orang-orang lebih hijau. Nyatanya belum tentu hijau. Cobalah berpikir positive dalam menjalani hubungan.

~ Belajarlah beradaptasi sehingga kamu dapat mendapatkan kebahagiaan dalam menjalani hubungan. (baca topik saya sebelumnya)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

sering YMan gak? di add dunk.. :P